RabbaniTour and Travel 2017

Tata Cara Ta’aruf

0

Tata Cara Ta’aruf

Ta’aruf –yaitu “berkenalan” atau “saling mengenal”. Asal nya berasal dari akar kata ta’aarafa . ini sudah ada di dlm Al-Quran. Allah Swt berfirman :

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ

Yang artinya : “Hai manusia sesungguh nya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadi kan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu)..” (Quran-Surah. Al- Hujurat:49/ 13).

Jadi ta’aruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dgn tujuan berkenalan dgn penghuni nya. Bisa juga di katakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga di lakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju & tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tdk untuk di lanjutkan ke jenjang khitbah (Pernikahan) – taaruf dgn mempertemukan yg hendak di jodoh kan dgn maksud agar saling mengenal

Dalam hadist meriwayat kan :

ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ

لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ

Artinya :” Wanita yg baik adalah untuk lelaki yg baik. Lelaki yg baik untuk wanita yg baik pula (begitu pula sebalik nya). Bagi mereka ampunan dan reski yg melimpah (yaitu:Surga)” 
(QS. An -Nuur 24):26)”.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا

Artinya :” Wahai manusia, ber taqwa lah kamu sekalian kepada Tuhan mu yg telah menjadikan kamu 1 diri, lalu Ia jadi kan dari pada nya jodoh nya, kemudian Dia kembang biakkan menjadi laki-laki dan perempuan yg banyak sekali.” (QS. An -Nisaa /4):1)”.

Proses Ta’aruf :

Tata Cara Ta'aruf
Tata Cara Ta’aruf

Bertujuan untuk mengenal lebih penghuni rumah, dan bertujuan untuk mencari jodoh.

Dalam sebuah hadist di riwayat kan oleh Imam Ahmad & Sanad Hasan, Nabi Muhammad Saw bersabda yang Artinya :” Jika salah seorang di antara kalian hendak melamar seorang wanita dan mampu melihat (tanpa sepengetahuan wanita tersebut), bagian dan anggota tubuh wanita tersebut, sehingga bisa menodorong nya untuk menikahi nya, maka lakukan lah.”

Berikut ini adalah Tata Cara Ta’aruf :

Ta’aruf merupakan langkah untuk mendapat kan keluarga yg Sakinah, Mawaddah & Warohmah. Untuk itu di perlukan langkah-langkah islam sebelum seseorang memutuskan untuk menikah.

  1. Meminta petunjuk kepada Allah Swt dgn melakukan sholat istiqarah dgn khusuk dan dgn niat hati yg tulus. Jika benar-benar hati telah mantap & siap untuk menikah, maka segeralah mengakukan diri untuk melakukan Ta’aruf.
  2. Menentu kan jadwal pertemuan antara ikhwan& akhwan. Akan tetapi dlm pertemuan nannti nya, ke-2 belah pihak harus di damping oleh pihak ke-3, misal nya keluarga/wali yg di peracayai.
  3. Dalam pertemuan antara ikhwan dan akhwat, ke-2 belah pihak boleh mengajukan pertanyaan apa saja terkait kepentingan masing-masing yg nanti nya akan di gunakan sebagai pertimbangan sebelum memutus kan untuk memilih calon pasangan tersebut. Dlm melakukan tanya jawab, ke-2 belah pihak harus tetap memperhatikan adab serta etika yg ada.
    Hal ini bertujuan agar kedua belah pihak lebih mengenal calon pasangan nya tersebut mulai dari kepribadian, fisik, maupun latar belakang keluarga masing-masing untuk menghindari terjadi nya hal yg tdk di inginkan di kemudian hari. Jadi dlm ber ta’aruf jangan lah terburu-buru menjatuh kan cinta, akan tetapi dalami lah hal-hal yang terkait dgn calon pasangan.
  4. Jika dlm pertemuan tersebut kedua belah pihak telah merasa saling cocok, maka dapat di lakukan proses selanjut nya yaitu melakukan ta’aruf dgn pihak keluarga si akhwat maupun dgn keluarga si ikhwan dlm waktu yg telah di sepakati sebelum nya.
  5. Yg menjadi salah satu syarat dari proses ta’aruf secara syar’i islami adalah tdk boleh menunggu. Artinya tdk boleh ada jarak antara proses ta’aruf dgn pernikahan.
    Misal nya saja si akhwat harus menunggu selama beberapa waktu karena si ikhwan harus bekerja/ menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu. Kondisi tersebut akan dapat mendzalimi pihak akhwat karena harus menunggu & tdk ada jaminan bahwa selama waktu menunggu tersebut tdk ada godaan yg mengganggu.
    Jadi, setelah terjadi kesepakatan di antara keluarga, maka langkah selanjut nya adalah menentukan waktu khitbah (melamar/ meminang). Proses khitbah bisa di lakukan secara langsung kepada si wanita maupun di sampaikan kepada wali nya. Di sini, seorang wanita yg hendak di pinang harus memenuhi persyaratan, seperti:
  • Tidak ada hal yg menghalang-halangi yg menyebab kan seorang pria di larang untuk menikahi nya pada saat itu, seperti masih mahram / wanita tersebut sedang dlm masa iddah.
  • Wanita tersebut belum di pinang oleh orang lain secara sah, sebab hukum nya haram pada saat seorang laki-laki meminang perempuan yg telah dipinang saudara nya. Dlm sebuah hadist yg di riwayat kan oleh Jamaah, Nabi Muhammad Saw Bersabda :“Orang mukmin adalah saudara orang mukmin yg lain. Maka tdk halal bagi seorang mukmin menjual barang yg sudah di beli saudara nya, dan tdk halal pula meminang wanita yg sudah di pinang saudara nya, sehingga saudara nya itu meninggal kan nya.“
  1. Langkah selanjut nya adalah menentukan waktu serta tempat untuk melangsung kan pernikahan.

Demikian lah artikel pembahasan tentang Tata Cara Ta’aruf. Baca juga artikel yang menjelaskan tentang Tata Cara Khitbah Dalam Islam dan Tata Cara Akad Nikah. Ada juga pilihan paket yang Rabbani tour sediakan Paket Wisata Muslim, dan Paket Muslim Tour Melbourne-Australia.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.