RabbaniTour and Travel 2017

Tata Cara Menguburkan Jenazah

0

Tata Cara Menguburkan Jenazah

Menguburkan jenazah –Di sunnah kan jenazah di bawa oleh empat orang laki-laki, pejalan kaki berada di depan dan belakang nya, dan yang ber kenderaan berada di belakangn nya. Jika pemakaman jauh/ ada kesulitan, tidak mengapa di bawa kendaraan (mobil). Jenazah muslim di makam kan di pemakaman kaum muslimin, laki-laki /perempuan, besar /kecil. Dan tidak boleh di makam kan di dlm masjid dan tidak boleh pula di pemakaman kaum musyrikin dan semisal nya.

مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ

“Dari setetes mani, Allah Swt menciptakan nya lalu menentukan nya. Kemudian Dia memudah kan jalan nya. Kemudian Dia mematikan nya dan memasuk kan nya ke dlm kubur. (QS. Abasa- 90/ 19/21).

احْفِرُوْا وَ أَوْسِعُوْا وَ أَعْمِقُوْا وَ أَحْسِنُوْا وَ ادْفِنُوْا اْلاثْنَيْنِ وَ الثَّلاَثَةَ فىِ اْلقَبْرِ وَ قَدِّمُوْا أَكْثَرَهُمْ قُرْآنًا قَالَ: فَكَانَ أَبىِ ثَالِثَ ثَلاَثَةٍ وَ كَانَ أَكْثَرَهُمْ قُرْآنًا فَقُدِّمَ

“Galilah lubang, luas kan, per dlm dan bagus kan. Lalu kubur kan 2/3 orang di dlm 1 lubang kubur. Selanjut nya dahulu kan orang yg paling banyak (hafalan) al-qur’an nya”. Berkata (Hisyam), “Ayahku pun di kubur kan ber-3 dlm 1 liang, namun ia adalah orang yg paling banyak (hafalan) al-qur’an nya maka ia di dahulu kan”. (HR. Abu- Dawud: 3215, An-Nasa’iy: IV/ 81, At-Turmudziy: 1713, Ahmad: IV/ 19- 20, Ibnu Majah: 1560 & Al-Baihaqiy).

Tata Cara Menguburkan Jenazah
Tata Cara Menguburkan Jenazah

Berikut ini adalah Tata Cara Menguburkan Jenazah :

  1. Kubur harus di gali dlm-dlm, di luas kan, di perbaiki. Apabila telah sampai bagian bawah kubur, di galilah pada nya yg mengarah kiblat 1 tempat sekadar di letak kan mayit pada nya, di nama kan lahad. Ia lebih utama dari pada syaqq. Dan yg memasuk kan nya membaca: ‘Bismillah wa ‘aala millati rasulillah’(dgn nama Allah SAW dan atas agama Rasulullah Saw). Hadist Riwayat: Abu Daud dan At-Tirmidzi. Dan meletakkan nya di lahad nya di atas bagian kanan nya, menghadap kiblat. Kemudian di pasang bata atas nya dan di serta kan di antara nya dgn tanah. Kemudian di kubur kan dgn tanah dan di angkat kubur di atas bumi sekadar sejengkal dengan permukaan yang melengkung (seperti punuk unta).
  2. Di haramkanmembangun di atas kubur, mengapur dan menginjak nya sholat di samping nya, menjadikan nya masjid dan lampu-lampu atas nya, menghamburkan bunga-bunga di atas nya, thawaf (berkeliling) dengan nya, menulis atasnya, dan menjadikan nya sebaga hari raya.
  3. Tdk boleh membangun masjid di atas kubur dan tidak boleh menguburkan jenazah di dalam masjid. Jika masjid itu telah dibangun sebelum dimakamkan, kubur itu diratakan, atau digali jika masih baru & dimakamkan di pemakaman umum. Jika masjid dibangun di atas kubur, bisa jdi masjid yg dibongkar & bisa jdi bentuk kuburan yang di hilang kan. Dan setiap masjid yang di bangun di atas kuburan, tidak boleh di laksana kan shalat fardhu dan shalat sunnah di dlm nya.
  4. Sunnah bahwa kubur di gali dengan ke dalaman yang menghalangi keluar bau dari nya dan galian binatang buas. Jika bagian bawah nya berbentuk lahad seperti yang disebut kan diatas, itulah yang lebih utama. Atau Syaqq: yaitu di gali di dasar kubur 1 galian di tengah, di letakkan mayat pada nya, kemudian di pasang bata atas nya, kemudian di tutupi.
  5. Sunnah mengubur kan jenazah di siang hari dan boleh mengubur kan di malam hari.
  6. Tidak boleh di masukkan ke dalam satu liang kubur lbh dari satu jenazah kecuali karena terpaksa, seperti banyk nya yang terbunuh dan sedikit yang memakam kan mereka. Di dahulu kan di lahad yang lebih utama dari mereka. Tdk di anjurkan bagi laki-laki menggali kubur nya sebelum ia meninggal dunia.
  7. Boleh memindahkan jenazah dari kubur nya ke kubur yang lain, jika ada maslahat untuk mayit, seperti kuburan nya yang di genangi air /di kubu kan di pemakaman orang-orang kafir dan semisal nya. Kuburan adalah negeri orang-orang yang sudah mati, tempat tinggal mereka, dan tempat saling ziarah di antara mereka, dan mereka telah mendahului kepada nya, maka tidak boleh menggali kubur mereka kecuali untuk kepentingan mayit.
  8. Laki-laki yang bertugas menurun kan jenazah di kubur nya, bukan perempuan, para wali mayit lbh berhak menurun kan nya. Di sunnah kan memasuk kan jenazah di kubur nya dari sisi 2 kaki kubur, kemudian di masuk kan kepala nya secara perlahan di dlm kubur. Boleh memasuk kan mayit ke dlm kubur dari arah mana pun. Dan haram mematah kan tulang mayit.
  9. Perempuan tidak boleh mengikuti jenazah, karena mereka memililki sifat lemah, perasaan yang halus, keluh kesah, dan tidak tabah menghadapi musibah, lalu keluar dari mereka ucapan dan perbuatan yang di haram kan yang bertolak belakang dengan sifat sabar yang di wajib kan.
  10. Di sunnah kan bagi keluarga mayit memberi tanda di kubur nyadengan batu dan semisal nya, agar ia memakam kan yang meninggal dari keluarga nya dan ia mengenal dengan tanda itu kubur yang meninggal dari keluarga nya.
  11. Barang siapa yang meninggal dunia di tengah laut dan di khawatir kan berubah nya, ia di mandi kan, dikafani, di shalatkan, dan di tenggelam kan di air.
  12. Anggota tubuh yang terpotong dari seorang muslim yang masih hidup karena sebab apapun, tidak boleh membakar nya, tidak di mandikan dan tidak di shalatkan. Tetapi di balut pada sepotong kain dan di kubur kan di pemakaman.
  13. Di anjur kan berdiri bagi jenazah apabila sedang lewat, dan siapa yang duduk tidak ada dosa atas nya.
  14. Di sunnah kan duduk apabila jenazah di letakkan dan saat pemakaman, dan terkadang di sunnah kan mengingat kan yang hadir dengan kematian dan yang sesudah nya.
  15. Di sunnah kan setelah mengubur kan mayit agar orang yang hadir berdiri di atas kubur dan mendoakan ketetapan untuk nya, memohon ampunan bagi nya dan meminta kepada orang-orang yang hadir agar memohon ampunanuntuk nya dan tidak mental-qin nya, karena talqin ada saat menjelang wafat sebelum mati.

Demikian lah artikel pembahasan seputar Tata Cara Menguburkan Jenazah. Baca juga artikel dari Rabbani tour tentang Tata Cara Memandikan Jenazah dan Tata Cara Sholat Jenazah. Ada Umroh Grtatis Untuk Para Penghafal Al-Quran dan Umroh Rombongan.

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.