RabbaniTour and Travel 2017

Tata Cara Memandikan Jenazah

0

Tata Cara Memandikan Jenazah

Nabi Muhammad Saw- selalu memberikan arahan kepada umat nya dlm setiap tindakan. Arahan tersebut berupa contoh perkataan dan sikap/ juga perilaku yg terpuji. Salah satu nya adalah Tata Cara Memandikan Jenazah yang sesuai dgn ajaran Rosull meliputi beberapa hal : persiapan, cara memandikan dan setelah memandikan.

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ تُوُفِّيَتْ ابْنَتُهُ فَقَالَ اغْسِلْنَهَا ثَلَاثًا أَوْ

خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاجْعَلْنَ فِي الْآخِرَةِ كَافُورًا أَوْ شَيْئًا مِنْ كَافُورٍ فَإِذَا فَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِي فَلَمَّا فَرَغْنَا آذَنَّاهُ فَأَعْطَانَا حَقْوَهُ فَقَالَ أَشْعِرْنَهَا إِيَّاهُ

Artinya :” Dari Ummu Athiyah, ia berkata: Ketika putri Nabi Muhammad SAW meninggal, beliau datang kepada kami & bersabda: “Siram lah 3x / 5x , atau lebih dari itu . jika kalian pandang itu perlu, dgn air (bercampur bunga bidara). Jadikan lah yg terakhir (air bercampu) dgn kapur barus), / bahan seperti kapur barus. jika kalian sudah selesai memandikan nya, beri tahu saya” Setelah selesai memandikan nya, kami beritahu kan beliau, kemudian beliau memberi kan kain kepada kami & bersabda: “Tutup lah dgn kain ini. ” (Shahih: Ibnu Majah) dan  (Muttafaq ‘Alaih)”.

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُنَّ فِي غُسْلِ ابْنَتِهِ ابْدَأْنَ بِمَيَامِنِهَا وَمَوَاضِعِ الْوُضُوءِ مِنْهَا

Artinya :”Dari Ummu At’hiyah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda kepada para perempuan yg memandikan putri nya: “Mulai lah memandikan nya dari sisi badan yg kanan dan tempat anggota wudhu. ” (Shahih: Muttafaq ‘Alaih).

Tata Cara Memandikan Jenazah
Tata Cara Memandikan Jenazah

Ada beberapa tahap yang harus di perhatikan di antara nya :

A. Persiapan

  • Menyediakan air yg suci secukup nya, dan menyiapkan perlengkapan mandi seperti handuk, sabun, wangi-wangi an, kapur barus dll.
  • Diusahakan tempat untuk memandikan jenazah yg tertutup.
  • Menyediakan kain kafan dgn secukup nya.
  • Diusahakan orang-orang yg akan memandikan jenazah tersebut adalah, keluarga dekat nya, orang-orang yg dapat menjaga rahasia. Jika jenazah nya laki-laki maka yg harus memandikan nya adalah laki-laki, demikian juga dgn jenazah perempuan yg memandikan nya haruslah perempuan, kecuali suami kpd istrinnya/istri kpd suami nya. Dlm hal ini tdk ada kias seorang anak memandikan orang tua nya yg lain jenis.
  1. Tata Cara Memandikan Jenazah
  • Niat karena Allah Swt.
  • Orang yg akan memandikan memakai alat yg sudah di sediakan.
  • Jenazah laki-laki di mandikan juga oleh laki-laki/ istrinya, jenazah perempuan di mandikan oleh perempuan juga/suami nya.
  • Meletak kan jenazah di dipan/meja, dan di usaha kan kepala lebih tinggi dari kaki.
  • Tempat memandikan jenazah haruslah tertutup baik dgn dinding/ dgn kain aggar aurat & cela jenazah tdk terlihat.
  • Melepaskan perhiasan yang dipakai oleh jenazah.
  • Menutup aurat jenazah dgn handuk besar/kain untuk jenazah pria dari pusar sampai lutut, sedangkan untuk jenazah prempuan dari dada sampai lutut nya.
  • Bersih kan kotoran jika ada dgn cara menekan perut dan dada, dan miring kan ke kanan dan ke kiri dgn mengguna kan sarung tangan/ kain perca dan di siram berkali-kali.
  • Siram lah mulai dari anggota wudu yg kanan dgn bilangan gasal/ 5x atau lebih dgn mengguna kan air dan daun bidara/yg lainnya.
  • Bersih kan tubuh nya, dgn air dgn posisi di miring kan ke kanan & ke kiri serta tutup selalu aurat nya/ aib yg ada.
  • Selama memadikan di jaga selalu aurat agar tdk terlihat oleh umum.
  • Lalu rambut jenazah di beri shampo agar bersih. Jika jenazah perempuan setelah bersih rambut nya di sisir dan di pintal (kepang) menjadi 3 pintal.
  • Siram kan pada waktu terakhr dgn mengguna kan air kapur barus serta miring kan ke kanan & ke kiri agar air keluar dari mulut nya dan lubang yg lainnya.
  • Setelah selesai di mandi kan dgn bak dan bersih, kering kan badan nya dgn handuk, lalu kain penutup jenazah yg sudah basah, di ganti dgn kain penutup yg kering.
  • Jika jenazah mengenakan gigi palsu terbuat dari emas, hendaknya dibiarkan saja, tidak perlu ditanggalkan. Dan, boleh ditanggalkan jika gigi palsu itu tidak kukuh melekat. Hal tersebut boleh dilakukan jika mulut jenazah terbuka. Jika tidak, dibiarkan saja tidak perlu susah payah membukanya hanya untuk menanggalkan gigi palsu tersebut.
  • Proses memandikan jenazah sudah selesai, jenazah sudah siap untuk di kafani.

Begitulah  paparan pembahasan tentang Tata Cara Memandikan Jenazah, ada juga artikel di Rabbani Tour yang menjelaskan tentang Tata Cara Sholat Jenazah, dan Tata Cara Gerakan Sholat Yang Benar, ada juga pilihan umroh ada Umroh Plus Eropa, dan Umroh Plus Spanyol Maroko Dubai.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.