RabbaniTour and Travel 2017

Travel Terpercaya Sejak 1996 – Tata Cara Jamak Takhir

Tata Cara Jamak Takhir – sebelumnya kita sudah membahas Tata Cara Jamak Qasar, dan untuk kali ini kita akan menjelaskan secara singkat mengenai Tata Cara Jamak Takhir. Sebelum ke jamak takhir kita perlu ketahui terlebih dahulu, apa itu shalat jamak? Shalat jamak yaitu mengumpulkan dua shalat fardhu yg kemudian dilaksanakan pada 1 waktu secara berturut-turut. Contohnya shalat ashar ditarik ke waktu shalat dzuhur, ini dinamakan jamak taqdim. Kemudian shalat dzuhur ditarik/dilaksanakan pada waktu shalat ashar, maka ini disebut shalat jamak takhir.

Ada beberapa ketentuan untuk melaksanakan shalat jamak takhir. Shalat yg bisa dijamak hanya shalat fardu, itupun kecuali shalat shubuh. Shalat fardu yg bisa dijamak anatara lain shalat dzuhur dan ashar, shalat maghrib dan isya. Sedangkan untuk shalat ashar dan maghrib itu tidak bisa dijamak, begitu juga sebaliknya. Shalat subuh juga tidak bisa ditarik ke dzuhur, juga sebaliknya.

“Umroh khusuk, tidak berdesak-desakan.Umroh Awal Musim Solusinya”

Pada dasarnya shalat fardu lebih baiknya dilaksanakan pada waktunya dan dilarang untuk menyia-nyiakan apalagi berleha-leha tanpa ada sebab atau alasan yang dibenarkan sesuai syariat.

Tata Cara Jamak Takhir
Tata Cara Jamak Takhir

Ada beberapa syarat dan ketentuan yang bisa membolehkan shalat jamak. Berikut penjelasannya:

  1. Musafir

Para ulama menetapkan bahwa seseorang disebut safar itu harus menempuh jarak tertentu dan ke luar kota. Pada masa Rosululloh saw bahwa jarak itu sekitar 2 marhalah. 1 marhalah itu umumnya ditempuh oleh orang yang berjalan kaki atau naik kuda selama 1 hari. Jadi jikalau 2 marhalah maka jarak tersebut adalah 2 hari perjalanan. baca juga (Umroh Keluarga)

Kemudian para ulama mengkonversi jarak tersebut dengan ukuran jarak yang dikenal pada jamannya masing-masing. Contohnya di suatu zaman disebut dengan ukuran “burud”, sehingga jarak tersebut menjadi 4 burud. Di tempat lainnya disebut dengan ukuran “farsakh”, sehingga jarak tersebut menjadi 16 farsakh.

Untuk zaman sekarang jarak 2 marhalah tersebut dikonversikan menjadi 89 KM atau lebih tepatnya lagi 88, 704 KM.

  1. Sebab hujan

Berikut dalil dimana ketika turun hujan ternyata diperbolehkan untuk menjamak maghrib dan isya, kemudian dijamak di waktu isya. Namun tidak untuk shalat dzuhur dan ashar. Berikut dalil yang menjelaskannya:

Tata Cara Jamak Takhir
Tata Cara Jamak Takhir
  1. Sebab haji

Untuk para jama’ah haji disyariatkan untuk menjamak dan mengqosor shalat ketika berada di Arafah dan Muzdalifah. Berikut dalil yang menjelaskannya:

Tata Cara Jamak Takhir
Tata Cara Jamak Takhir
  1. Sebab keperluan mendesak

Seseorang diperbolehkan menjamak dhalat apabila ia sedang dalam kondisi dimana tidak ada alternatif shalat pada waktunya selain harus dengan menjamak, maka sebagian ulama membolehkannya. Namun hal yang demikian tidak diperbolehkan untuk menjadi kebiasaan atau rutinitas. Dalil yang digunakan merupakan dalil umum, Alloh SWT berfirman:

Tata Cara Jamak Takhir
Tata Cara Jamak Takhir

Tata Cara Jamak Takhir

Misalkan anda akan menjamak shalat maghrib dengan isya’. Maka caranya bisa shalat maghrib dahulu 3 rakaat kemudian shalat isya’ empat rakaat, dilaksanakannya pada waktu isya’. baca juga (Wisata balon udara menjelajahi langit Tappadocia, Turki)

Berikut tata caranya:

  1. Berniat menjamak shalat maghrib dgn menjamak takhir, apabila niatnya dilafalkan maka seperti ini:
Tata Cara Jamak Takhir
Tata Cara Jamak Takhir
  1. Shalat maghrib seperti biasanya
  2. Setelah selesai shalat maghrib, kemudian berdiri lagi untuk shalat isya’, jika dilafalkan niatnya maka seperti ini:
Tata Cara Jamak Takhir
Tata Cara Jamak Takhir
  1. Shalat isya seperti biasanya

“Nyari Travel Umroh Aman, & Terpercaya. Rabbanitour Solusinya!”

Umroh Yuk, Bersama Rabbanitour!!! Jangan lewatkan info-info promo terupdate detailnya dengan langsung berkunjung ke kantor Rabbanitour atau melalui telepon CS kami. Bagi Anda pengguna Whatsapp bisa langsung KLIK no di bawah ini:

Comments are closed.